Apa Pesanmu, Wahai Ibu?

Imam Malik Bin Anas rahimahullah berkata,

‎لَنْ يُصْلِحَ آخِرَ هَذِهِ الأُمَّةِ إِلاَّ مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهَا 

Tidak akan bisa memperbaiki kondisi orang-orang yang datang kemudian dari umat ini kecuali dengan apa yang telah memperbaiki kondisi orang-orang pertamanya. (Iqtidho Shirot al Mustaqim, hal. 367)

Mari kita belajar dan perhatikan bagaimanakah nasihat dari para ibunda di zaman salafus-saleh terdahulu.

1️⃣Pesan Ibu Sufyan Ats Tsauri : “Carilah Ilmu Bermanfaat!”

Sang ibunda menasehati Sufyan Ats Tsauri,

يا بني، اطلب العلم وأنا أكفيك بمغزلي

“Nak, tuntutlah ilmu..! Aku yang akan mencukupi nafkahmu dengan usaha memintalku”

Ibunya juga berpesan.

‎أي بني، إذا كتبت عشرة أحـرف، فانظر هل تري في نفسك زيادة في خشيتك وحلمك ووقارك، فإن لم تر ذلك، فاعلم أنها تضرك ولا تنفعك

“Nak, manakala engkau telah menulis 10 huruf, maka lihatlah apakah bertambah rasa takut, kesantunan dan ketenanganmu?

Jika tidak engkau dapati hal tersebut, ketahuilah ilmu yang kau dapat itu akan memudharatkanmu dan tiada bermanfaat bagimu.”

2️⃣Pesan Ibunda Imam Malik : “Pelajarilah Akhlak dan Adab Terlebih Dahulu”

Sang ibunda menasehati Imam Malik,

‎يا بني! ائت مجلس ربيعة؛ فتعلم مِن سمته وأدبه، قبل أن تتعلم مِن حديثه وفقهه

“Nak, datangilah majelis Rabi’ah. Pelajarilah kewibawaan dan adabnya, sebelum engkau belajar hadits dan fikih darinya.”

3️⃣Pesan Ibunda Ibnu Taimiyyah : “Berkhidmatlah Untuk Umat”

Di dalam suratnya, sang ibunda berpesan kepada Ibnu Taimiyyah,

‎والله لمثل هذا ربيتك، ولخدمة الإسلام والمسلمين نذرتك، وعلى شرائع الدين علمتك، ولا تظننَّ يا ولدي أن قربك مني أحب إليَّ من قربك من دينك وخدمتك للإسلام والمسلمين في شتّى الأمصار، بل يا ولدي إنَّ غاية رضائي عليك لا يكون إلا بقدر ما تقدمه لدينك وللمسلمين

“Demi Allah, seperti inilah metodeku dalam mendidikmu.

Aku bernazar supaya engkau bisa berkhidmat kepada Islam dan kaum muslimin. Aku mendidikmu di atas syariat agama.

Nak, jangan sekali-kali kau mengira, bahwa kedekatanmu di sisiku itu lebih aku cintai dibanding kedekatanmu pada agama dan berkhidmat untuk Islam dan kaum muslimin walaupun kau berada di pelosok negeri.

Nak, puncak keridaanku kepadamu sebanding dengan apa yang telah engkau persembahkan untuk agamamu dan kaum muslimin. “

Masyaallah. Itulah pesan-pesan indah dari ibundanya para ulama.

���Bunda jangan diam! Berilah pesan-pesan kepada ananda tercinta. Bermimpilah Bunda agar ananda menjadi orang shalih, kemudian mintalah pertolongan Allah… Lalu konsisten dan bersungguh-sungguh mewujudkannya.

���Referensi :

https://islamstory.com/ar/artical/22450/امهات-خالدات-في-التاريخ-الاسلامي

Baarakallaahu fiikum

••• ════ °° ════ •••

✍���Al Faqir ilaa Maghfirati Rabbih

Kak Erlan Iskandar

Sleman, 4 Ramadhan 1442H

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *