Metode Untuk Menanamkan Iman Pada Anak #1

Syaikh \’Abdullah bin Hamad Ar Rakaf dalam kitabnya \”As-ilatul Athfal Al Imaaniyah\” menyebutkan metode-metode penting yang dapat kita terapkan untuk menanamkan iman pada anak.

Beliau merinci pembahasannya untuk anak pada usia sebelum tamyiz dan sudah tamyiz. Para ulama sendiri berbeda pendapat mendefinisikan istilah tamyiz. Ada yang berpendapat usia 7 tahun. Ada juga yang berpendapat 5 tahun. Namun yang lebih tepat, usia tamyiz itu diukur dari seberapa mampu anak membedakan hal yang mendatangkan maslahat dan mudharat.

Pada tulisan kali ini, Kak Erlan akan mencoba menyadur dan membahasakan ulang bagaimana metode-metode menanamkan iman pada usia sebelum tamyiz.

Berikut ini diantaranya:

1️⃣ MENANAMKAN IMAN DENGAN CARA MENGENALKAN MAKNA DARI ISTILAH YANG BERKAITAN DENGAN IMAN SECARA SEDERHANA

Bisa dimulai dengan menjelaskan nama familiar yang sering didengar anak, yang mana nama-nama tersebut berkaitan dengan penghambaan kepada Allah. Misal : Abdullah dan Abdurrahman.

Di masa emas usia anak ini, orang tua dan pengajar bisa menanamkan iman lewat zikir ataupun doa harian anak yang sedang dihafalkannya. Misal ketika orang tua mengajarkan zikir dan doa saat mau tidur, bangun tidur, mau makan, setelah makan dll. Di sini orang tua bisa jelaskan dengan ringan dan sederhana.

2️⃣ MENANAMKAN IMAN DENGAN AYAT-AYAT AL QUR\’AN

Sebagaimana diterangkan oleh para ulama, diantara cara mengenalkan Allah adalah dengan membaca ayat kauniyah dan ayat syar\’iyyah. Dengan mengajarkan anak untuk membaca, memahami dan menghafal ayat Al Qur\’an, maka ini semua merupakan metode efektif dalam mengenalkan Allah ta\’ala..

3️⃣ MENANAMKAN IMAN DENGAN MEMBIASAKAN MENYEBUT NAMA ALLAH

Diantara hal yang baik untuk dilakukan dalam menanamkan iman adalah dengan membiasakan menyebut nama Allah dalam setiap momen-momen bahagia. Kemudian sandarkanlah semua kenikmatan itu kepada Allah ta\’ala.

“Alhamdulillah, kita bisa makan buah-buahan yang manis ini, karena kasih sayang dan rezeki dari Allah”

Ada hal yang menarik untuk dikaji pada poin ini, dimana disebutkan untuk TIDAK TERLALU BANYAK bercerita tentang siksa dan adzab Allah kepada anak-anak yang belum tamyiz. Allahu a\’lam.

4️⃣ MENANAMKAN IMAN DENGAN MENGAJAK ANAK MEMPERHATIKAN KEINDAHAN DAN KELUHURAN CIPTAAN ALLAH

Mengajak anak mengambil pelajaran penting dari makhluk-makhluk ciptaan Allah ta\’ala.

Buat anak merasakan betapa besarnya kuasa dan keagungan Allah yang telah mengatur keserasian dan keindahan alam semesta. Dengan cara ini, akan tumbuh rasa cinta anak kepada Allah.

5️⃣ MENANAMKAN IMAN DENGAN ADAB YANG LUHUR

Membiasakan anak melihat dan mencontoh perilaku terpuji, sikap berkasih sayang, hidup dalam balutan akhlak mulia.

Menanamkan nilai-nilai islam dan kegiatan sehari-hari yang dicintai Allah.

Memberi keteladanan dengan memperbanyak beribadah kepada Allah di hadapan anak.

Betapapun, amal itu merupakan bagian dari iman. Atmosfer lingkungan yang positif semisal ini akan membuat anak memetik banyak kebaikan dari lingkungan sekitar.

���

[Faedah dari kitab As-ilah Al Athfal Al Imaaniyah, hal. 48-49, karya Syaikh Abdullah bin Hamad Ar Rakaf.]

••• ════ °° ════ •••

✍���Al Faqir ilaa Maghfirati Rabbih

Kak Erlan Iskandar

Sleman, 11 Rajab 1442H

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *